dedaliku: Catatan Ringan - Dedikasi Lingkar Kampus
Tampilkan postingan dengan label Catatan Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Ringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2021

Mahasiswa baru perlu baca ini...

Mahasiswa Baru

Menjadi seorang Mahasiswa merupakan sebuah tantangan apalagi angkatan perdana yang akan mengaruhi pengalaman menjadi mahasiswa di era baru, serba tidak pasti ini, dimana banyak hal yang sangat membingungkan, ambigu, ambivalen. Ingat yang terpenting adalah kemampuan beradaptasi apapun jurusan yang anda pilih, apapun bidang dan apapun mimpi yang kalian citakan rasanya akan mengalami perubahan dengan cepat, terpengaruh oleh progres teknologi ditambah tuntutan situasi seperti sekarang ini, mampu beradaptasi dengan lingkungan itulah kunci itu berjalan dengan semestinya kearah yang tertuju, dengan beradaptasi maka sebagai mahasiswa kalian bisa menjadi orang yang saat ini bisa menghadapi sesuatu walaupun sulit. Saat ini yang bertahan bukanlah yang paling kuat atau yang paling cerdas tapi yang paling adaptif,

Menjadi mahasiswa adalah sebuah keistimewaan semua pemuda yang diberkahi kesempatan karena dari 35% anak muda seusia kalian yang bisa merasakan bangku kuliah itu adalah peluang kenikmatan sekaligus tanggung jawab karena kalian adalah mahasiswa, Maha dari siswa karena kalian anak-anak muda pilihan yang berkesempatan menjadi pemimpin yang menginisiasi masyarakat banyak,  dimana mahasiswa ketika kuliah, merukan sumber ilmu pengetahuan, namun kuliah bukan hanya tentang nilai dan IPK belaka tetapi tentang orang-orang yang kalian temui, pengalaman yang kalian jalani memori yang kalian buat,skill yang kalian latih, pemahaman yang kalian dapatkan. 

Kuliah itu seperti membeli situasi-situasi yang mendorong kalian belajar, mendorong kalian berjejaring, mendorong kalian berdiskusi, mendorong kalian bergerak, bila situasi hanya menjadi dekorasi bukan penunjang tradisi untuk mengisi dengan aksi, situasi itu akan meminta kalian membaca buku-buku dan jurnal tertentu, itu kewajiban yang seharusnya tidak menjadi beban, jadikan buku dan membaca sebagai rutinitas cari bacaan sendiri sebanyak-banyaknya, bisa dari novel, blog, newsletter atau ikut acara acara seminar dan forum yang bisa memperkaya wawasan, tanpa membaca dan belajar kita akan menjadi orang kelas teri, perundung dan  mudah diprovokasi tanpa keluasan hati dan imajinasi.

Baca Juga - Naskah Orasi demo, unjuk rasa, Mencari Keadilan..

Jangan belajar seperti di SMA/K. Di perkuliahan kenali sebaik-baiknya temanmu hayatilah masyarakat di sekelilingmu, agar kampus tak menjelma menjadi tembok yang memenjarakan mu, cari kawan sebanyak-banyaknya jangan hanya bergaul dengan teman lama, yang dari satu asal saja, justru di semester awal masing-masing dari kalian sudah mencari teman mereka lebih membuka diri saat perkenalan dan membangun kawanan,  di tengah perjalanan nanti mungkin kamu akan melakukan kebodohan kamu akan gelisah menyumbang ulang keputusan-keputusan yang sudah diambil perkawanan mu, apa yang kamu pelajari selama kuliah mu, itu semua ditentukan ketika kamu duduk disemester awal itu. Jika memiliki kepekaan sosial masuklah berorganisasi, namun jangan tinggalkan kewajibanmu sebagai mahasiswa. Ingatlah tengok kedepan masa yang menantimu, dimana disana masyarakat serta segala lapisanya sudah menyiapkan karpet merah untuk kamu, sekarang persiapkan dirimu agar layak menginjaknya.

Mahasiswa Anti IPK


Beberapa Hambatan Menjadi Seorang Mahasiswa.

Sebagai mahasiswa dan memasuki zona hidup perkuliahan tentu merupakan impian yang menyenangkan bagi siapa saja yang baru saja lulus SMA, namun sebagai mahasiswa bukan berarti semuanya akan berjalan baik dan mudah, ada banyak gangguan di dalamnya yang bisa saja menghambat perjalanan kuliah kita apa saja yang selama ini terbukti menghambat bagi mahasiswa dan bahkan bisa akibatkan kegagalan dalam studinya 

  1. yang pertama tidak memiliki niat yang lurus dan teguh untuk kuliah dengan baik dan benar sampai selesai atau kurangnya motivasi 
  2. kedua terjebak dalam pergaulan yang tidak perlu hedonis dan westing atau mubazir seperti banyak permain kecanduan game nongkrong tawuran dan berbagai hal tidak produktif lainnya 
  3. ketiga terjebak dalam relationship atau hubungan yang belum saatnya dan membahayakan bahan toksik
  4. keempat terjerumus dalam dunia obat-obatan terlarang dan tindakan kriminal
  5. Kelima ketiadaan pembiayaan atau putus biaya di tengah perjalanan
dan masih banyak lagi problem lainnya kita harus pastikan bahwa hal-hal tadi tidak akan mengganggu perjalanan kuliah kita sampai selesai pastikan dari sekarang cari dan persiapkan solusinya Mari pastikan mengisi waktu perkuliahan kita dengan hal-hal yang baik benar produktif dan memberi nilai tambah untuk kehidupan sebenarnya kita selepas lulus kuliah nanti dengan mengisinya secara maksimal dan bersungguh-sungguh seperti itu maka itu akan memperkecil kemungkinan kita menyesal di kemudian hari bagaimana siap teman-teman Mahasiswa?

Mungkin catatan diatas tidak begitu penting bagi kalian namun setidaknya itu bisa menjadi sebuah pengingat untuk kalian mahasiswa baru, demikian artikel Mahasiswa baru perlu baca ini... jangan lupa untuk baca artikel lainnya di blog ini. Saya tahu itu karena MiChat, Ternyata Isinya Parah...

Kamis, 11 November 2021

Mewujudkan karakter Akhlaqul Karimah

Mewujudkan karakter Akhlaq

Akhlak merupakan Hiasan jiwa pribadi muslim. Akhlak diambil dari kata Khuluq yang termaktub di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kata Khuluq dua kali disebutkan dalam Al-Quran yang pertama pada surat Al-Qalam ayat 4 yang berbunyi

 وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ  
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. 

kedua dalam QS. Asy-Syu'ara' Ayat 137 
اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَ ۙ 
 (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,

Pertama surat Al-Qalam ayat 4 yakni dalam keadaan memuji, sedang yang kedua adalah Ilustrasi perilaku yang telah dijalani oleh orang-orang sebelum kita, dapat kita katakan yang pertama sebagai tanda bagi perilaku yang pantas dan patut diperbuat sedangkan yang kedua sebagai keterangan mengenai perilaku yang telah terjadi.

Sudah barang tentu akhlak patut kita perbuat adalah yang datang dari Allah yang tertuang dalam Al-Qur'an yang diperintahkan Rasulullah agar menjadi orang yang pertama kali berbuat dengan sebagai suri tauladan atau Uswah yang wajib kita ikuti. didalam QS. Al-Qiyamah Ayat 18

فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ 
"Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu".

Syaikhul Mufassirin terkenal, Ibnu Abbasm mengenai ayat  tersebut memberikan berpendapat, "Apabila kami membacakan dan menetapkan dalam hatimu Wahai Muhammad, lakukan/perbuatlah dengan yang kami bacakan itu.
Karena itulah maka langkah jejak dan perilaku Rasul yang mulia itu merupakan tafsiran yang tepat bagi Al-Qur'an. Perlu disadari menafsirkan Al-Qur'an dengan lidah adalah lebih mudah tetapi yang paling sulit dan sukar justru mengimplementasikannya dengan perbuatan serta perilaku. Dalam konteks tersebut maka dapat kita pahami bagaimana kita melakukan perbuatan yang sesuai dengan perintah Allah.

Ummul Mukminin Sayyidatinaa Aisyah kepada Sahabat Jabir mengenai bagaimana Akhlak Rasulullah seraya menjawab  "Akhlak beliau (Nabi Muhammad) adalah akhlak Al-Qur'an". Oleh karena itulah seorang yang mengaku dirinya pengikut Muhammad tidak boleh tinggal diam melihat sesuatu yang sangat tidak berakhlaq. Firman Allah al-ahzab ayat 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah".

Maksud dari ayat ini bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi kita dalam hidup ini, dan sebagian keterangan ayat-ayat tersebut diatas jelas hal ini adalah lebih wajar manakala Al-Qur'an menyebutkan dengan gamblang di berbagai tempat tentang pemeliharaan hati dalam hal ini adalah "Hati Nurani", karena hati sebagai sumber perilaku yang vital sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah yang artinya

Ingatlah bahwasanya Allah meletakkan tempatnya yaitu hati. dan hati yang paling dicintai Allah adalah hati yang paling bersih yang paling teguh dan paling lemah lembut paling bersih dari dosa paling teguh dalam beragama dan paling lunak lemah lembut terhadap handai taulan

Dengan Nash-nash tersebut di atas menunjukkan kepada kita, betapa Islam menempatakn akhlak atas segala kegiatan manusia baik itu yang berhubungan dengan manusia terhadap penciptanya ataupun  bersifat pribadi dan sebagai warga masyarakat yang berhubungan dengan orang lain, dan juga dengan alam sekitar. 

Hubungan akhlak dan iman dan amal-amal kebajikan.

Bertitik tolak dari Hadits Nabi
أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Akhlak adalah perangai bagi manuasia dengan Akhlak yang mulia seseorang akan berperilaku sebagai muslim yang benar-benar mengerti akan arti sebuah kehidupan, sifat menghargai dan tahu betu siapa dirinya, dan harus berbuat apa kepada orang lain. Pangkal pokok dari akhlag adalah "Taqwa" karena taqwa merupakan hal yang paten dan tak pernah bergeser, dengan Taqwa maka perangai seseorang akan terpatri dan kokoh. Oleh sebab itu ketaqawaan adalah buah dari akhlaq yang baik, selalu senantiasa waspada atas segala sesuatu yang hendak menjerumuskan.

Demikian pentingnya menjaga Akhlaq kita, dengan belajar memahami serta mendalami dengan tingkah laku, memperbaiki Akhlaq kita, walaupun kita menjadi orang yang berilmu tinggi ketika akhlaq kita tidak baik maka ilmu itu tidak ada hargnya. Dewasa ini perkembangan teknologi yang kian pesat, banyak media yang kita bisa temukan hanya dengan menggunakan smartphone kita, berbagai macam platform juga bisa kita akses bahkan kita juga dengan mudahnya ikut berkontribusi didalamnya, berselancar di jagat maya, bukan tidak tahu banyak persoalan yang timbul gegara statment seseorang yang dianggap nyleneh bahkan menyimpang, dari keumuman yang biasa kita lakukan, saya menganggap mereka bukan tanpa ilmu akan tetapi tanpa adab,disisilain banyak juga yang menjwabnya yang tidak menggunakan adab pula.

Jika kita kembali pada masa lalu. Peranan akhlak dalam pembentukan pribadi kiranya sudah sama-sama dimaklumi bahwa sebelum datangnya Islam akhlak manusia telah ke derajat yang paling buruk dan hina bukan saja di Jazirah Arab malah seluruh dunia dimana terjadi pemerkosaan hak-hak manusia seperti perampokan pembegalan penodongan penjajahan dan lain sebagainya peperangan yang silih berganti pembagian kelas-kelas manusia dimana manusia yang terendah dianggap sama dengan budak dan sebagainya, saat ini ketika kita menggunakan media sosial maka itu perlunya peran akhlaq yang menjadi dasarnya.

Nabi Muhammad SAW diutus kedalam dunia untuk memperbaiki akhlak manusia dari semua itu mengangkat derajat manusia membasmi perbudakan dan menghapuskan perbedaan kelas sebagaimana sabda beliau menyatakan
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

dari hadist diatas sangatlah jelas bahwa Risalah yang beliau bawa ialah membangun akhlakul karimah bagi umat manusia, menurut Islam kemanusiaan itu hanya satu yakni kebersihan akhlak, golongan masyarakat terdahulu akan tetapi pada masyarakat modern seperti sekarang ini, mengenai perkembangan jaman sekarang, walaupun cara diselimuti dengan halus dan diberi nama lebih halus dan modern umpamanya perzinahan dengan nama Samen leven pelacuran dengan nama Tuna susila pencurian dengan nama Korupsi ada lagi pungli uang Tips dan sebagainya. apapun itu semua perlu kita waspada akan semua itu.

Baca Juga :

Kemudian diantara kemerosotan akhlak yang menggelisahkan masyarakat kita ialah tentang kenakalan remaja pergaulan muda-mudi yang tidak punya kendali narkoba minum-minuman dan sebagainya, cara memperkuat kepribadian dengan pendidikan dan pembinaan akhlak, bukan sekedar basa-basi atau etika etiket semata yang lebih banyak bersilat servis lahiriyah akhlakul karimah yang diajarkan Islam sebenarnya jauh lebih tinggi, perlu adannya memperkuat batiniah dan dalam hal pembinaan akhlakul karimah bukankah hanya ditunjukkan kepada anak-anak atau para remaja. Melainkan juga untuk segenap lapisan masyarakat pada setiap tingkat kehidupan baik masyarakat umum maupun masyarakat khusus seperti golongan elit para karyawan dan para pejabat juga para mahasiswa dan lain-lain.

Membangun akhlakul karimah itu pada hakekatnya adalah membentuk kepribadian manusia agar mengerti Norma, sehingga dapat mencegah dekadensi moral kejahatan-kejahatan dalam masyarakat, seperti penyelewengan dalam menggunakan kekuasaan kikir tamak yang tidak menghiraukan orang lain egois sok pamer dan individualistis serta sikap yang tidak bertanggungjawab tindakan-tindakan yang sewenang-wenang dan banyak lagi, dalam perkembangan zaman seperti sekarang ini, perlu bagi kita semua untuk selalu waspada, kita berikan contoh yang baik kepada masyarakat agar kita didengar dan diikuti.

Selasa, 09 November 2021

Tugas Pokok seorang Muslim - Materi Ceramah

Tugas Pokok seorang Muslim

Seseorang muslim dalam kehidupannya memiliki sebuah tugas pokok atau tanggung jawab, baik secara individu maupun sebagai makhluk sosial, serta menjalani fungsi sebagai hamba Allah dan khalifah Allah muka bumi ini semua mempunyai 4 macam Tugas Pokok yakni
  1. Kewajiban terhadap Allah 
  2. Kewajiban terhadap Rumah Tangga 
  3. Kewajiban terhadap Masyarakat 
  4. Kewajiban terhadap Negara.
Keempat kewajiban tersebut merupakan sebuah prinsip yang bersifat korelatif serta memiliki hukum timbal balik antara kewajiban satu dan kewajiban lainnya, sebuah hubungan yang tidak dipisahkan.
Kewajiban kepada Allah sebagai individu setiap muslim berkewajiban untuk membentuk dirinya menjadi pribadi yang tunduk sehingga menjadi Insanul Kamil yang dapat merealisasikan fungsi hidupnya baik sebagai Hamba Allah maupun sebagai khalifatullah di bumi. 

Kewajiban Kepada Allah

  • Sebagai hamba Allah setiap muslim berkewajiban untuk menegakkan pengabdian kepada Allah yang bersifat mahdhoh dalam struktur vertikal antara pribadinya sebagai Abdi terhadap Tuhan selaku Ma'bud seperti menjalankan rukum islam, salat puasa dzikir dan sebagainya..
  • Sedangkan berbuat kebaikan kepada sesama manusia merupakan Ibadah am (Ghoiru Mahdloh) dalam struktur horizontal, yakni hubungan antara pribadi dengan sesama manusia, sehingga setiap pribadi muslim menjadi Sholihul muslim yakni orang yang sholeh dan selalu berbuat kebajikan dengan mengajak sesama manusia untuk mentaati dan mengabdi serta berbakti kepada Allah menjauhkan diri dari sifat Dhollun Mudillun yang sesat dan menyesatkan terhadap manusia.
  • Sebagai khalifah Allah, pribadi muslim berkewajiban untuk aktif dalam usaha usaha membangun peradaban dan membina masyarakat dan selalu mencontohkan perbuatan yang baik, serta mewujudkan kemakmuran hidup duniawi sehingga bumi ini dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi seluruh pengisinya sebagaimana firman Allah dalam QS. Hud ayat 61.
هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ....

"...Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).” QS. Hud ayat 61

Kewajiban terhadap Rumah Tangga

Sebagai anggota rumah tangga atau keluarga, setiap pribadi muslim berkewajiban untuk membangun rumah tangganya sehingga menjadi rumah tangga yang sejahtera bahagia lahir batin, dimana suasana harmonis tentraman hidup (Assakinah) tercipta di dalamnya, membangun keluarga sejahtera dan bahagia merupakan kewajiban yang kedua setelah pembinaan terhadap diri pribadi. Kewajiban membangunan rumah tangga merupakan langkah pertama dalam melaksanakan hubungan pergaulan sosial kemasyarakat  (Habluminannas), menjadi kewajiban yang mutlak untuk dilaksanakan oleh setiap muslim, sebab secara fitrah manusia itu tidak bisa lepas dari Konteks rumah tangga, manusia hidup di lahirkan dari keluarga, meskipun setiap orang tidak sebagai penanggung jawab rumah tangga yang pokok seperti suami atau istri akan tetapi minimal dia termasuk anggota keluarga, Seperti anak ataupun sebagai pembantu rumah tangga. Serta setiap anggota rumah tangga bertanggung jawab untuk menyelamatkan bahtera rumah tangganya dari azab Allah sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat At -Tahrim Ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ  

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Q.S. At -Tahrim: 6)


Kewajiban terhadap Masyarakat 

Setiap muslim harus menyadari bahwa dirinya itu hidup di tengah-tengah masyarakat, dimana tidak bisa melepaskan diri dari ikatan dan hubungan dengan sesamanya sebagai manusia, setiap muslim mempunyai kewajiban untuk memelihara ketentraman dan perdamaian hidup di masyarakat sehingga terwujudlah situasi kehidupan yang sejahtera dan bahagia di lingkungannya, dan kesemuanya itu hanya dapat direalisasi dalam bentuk dakwah yakni Amar ma'ruf mengajak kepada kebajikan dan Nahimunkar mencegah timbulnya kejelekan yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat, setiap muslim tidak boleh bersikap masa bodoh dan acuh tak acuh terhadap perkembangan masyarakat sekelilingnya bahkan sebaliknya, ia harus bersikap proaktif mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bisa memberi warna mengajak ke jalan yang benar, berbuat baik pada sesama. Ali-Imron ayat 112.

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ  ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ 

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas." (QS. Ali-Imron :112)

Kewajiban terhadap Negara

Sebagai orang yang hidup dalam suatu negara setiap muslim mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk membangun negaranya, sebagai warga negara yang baik dituntut untuk mewujudkan suatu negara yang baik adil dan makmur senantiasa bahagia tentram dan damai serta mendapatkan ampunan dan Ridha Allah. Apalagi  kita bergama Muslim yang menjadi Mayoritas pemeluk agama di Indonesia ini, sikap kita harus benar-benar bisa membuat nyaman kaum minoritas, mencontohkan sebagai warga yang baik serta mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, Kita juga wajib mentaati pemerintah seperti dalam Fiman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ 
“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” ( QS. An-Nisaa: 59)

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.” 

Dengan menjadi menyadari terhadap tanggung jawab dan kewajiban untuk memelihara negaranya tersebut, maka pokok kewajiban sebagai warga suatu negara yang terdapat pada dua buah pernyataan. How to be a good citizen ship (Bagaimana menjadi warga negara yang baik). How to be a good government (Bagaimana menjadi pemerintah yang baik). Sesemuanya itu dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, 
  • Menjadi Warga Negara yang baik yakni berusaha untuk menaati setiap peraturan dan undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah dan mematuhi setiap kewajiban yang menjadi tanggung jawab sebagai warga negara serta mempertahankan Neraga dari ancaman-ancaman dan bahaya yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam.  
  • Sedangkan membangun pemerintah yang baik itu salah satu usaha untuk mewujudkan kehidupan Negara yang Aman dan damai serta mensejahterakan rakyatnya,  sesuia dengan amanat undang-undang dasar, seperti menjaga amanah, tidak korupsi, mengedepankan kemakmuran warga, mempertahankan, memiliki daya saing dengan negara lain, dan seterusnya.
Mungkin itu sedikit catatan ringan yang bisa saya sampaikan kepada para pembaca setidaknya bisa dijadikan materi yang bisa dimanfaatkan di setiap keperluan, atau menjadi bahan bacaan sederhana, mohon saran dan kritiknya dikolom komentar.

Jumat, 05 November 2021

Saya tahu itu karena MiChat, Ternyata Isinya Parah...

MiChat Dewasa

 Hanya denga bermodalkan sebuah ponsel saat ini banyak orang memanfaatkan ponsel smartphone untuk banyak kebutuhan bukan sebatas menjadi alat komunikasi, lebih jauh dari itu, smartphone yang dibekali banyak fitur yang dapat memudahkan mengakses sesuatu, hingga sulit diera seperti yang sekarang ini smartphone ditinggalkan, karena begitu akrab serta dapat membantu dalam berbagai hal, bahkan sampai pada menghasilkan pundi-pundi keangan, ini sudah sudah tidak asing lagi, istilahnya dunia sekarang berada dalam genggaman, apalagi kelak teknologi kedapan seperti apa?

Sekedar ingin berbagi informasi saja, mengenai banyak sekali persoalan ditengah hiruk pikuk kabar yang datang melalui smartphone, saya hanya berfokus pada beberapa aplikasi android yang menurut saya agak sedikit menggelitik, entah disengaja atau tidak tetapi pada kenyataanya aplikasi tersebut ternyata sangat banyak diminati, terutama para lelaki, apa sajakah aplikasi tersebut? Pembaca mungkin lebih paham, dalam artikel ini saya hanya sedikit bercerita tentang aplikasi MiChat.

MiChat

Sebagian masyarakat internet, Netizen mungkin sudah tidak asing dengan salah satu apalikasi ini, pasalnya, banyak beredar informasi yang sedikit miring mengenai Apk tersebut, yang bisa didownload secara bebas di Playsetor, saya sendiri sebenarnya agak malas bercerita tentang Aplikasi yang satu ini, akan tetapi ini menarik jika saya jadikan sebuah catatan ringan, walaupun secara umum banyak yang mengetahui tentang apk tersebut, mungkin saya masih terlalu awam bahkan baru mengenalnya enam bulan keblakang. Sekilas saya bercerita sedikit tentang MiChat.

Ketika itu saya berada diluar kota dengan kawan saya, perjalanan menempuh waktu 4 jam menggunakan kereta, setibanya dilokasi kita berdua mencari penginapan dan singkat cerita kita sudah dapat penginapan murah doble bad, sekelas hotel melati, tepat pukul 10 malam saya ingin keluar kamar penginapan bermaksud mencari udara sekaligus melihat suasana kota sekitaran penginapan, saya keluar sendirian karena teman saya malas diajak keluar dan asik memainkan Gadgetnya, pas sampai diluar saya bertemu seorang lelaki paruh baya, yang menawarkan jasa pijat, sebenarnya ga asing sih karena dibeberapa saya keluar kota terlebih kalau menginap di hotel melati saya kerap mendapat tawaran demikian, singkatnya saya menolak dengan cara halus, singkatnya, dua jam tak terasa saya diluar penginapan dan saya kembali ke kamar.

Sesampainya dikamar ternyata teman saya belum juga tidur dan masih seperti semula asik memainkan smartphonnya, saya ajak bicara dan sekilas saya ceritikan ketika saya keluar, dari mulai ngopi dicafe sampai ini itu, lalu kemudian saya bercerita bahwa tadi diluar saya ditawari pijat plus2 oleh seseorang, Teman saya ketawa, yang bikin saya kaget teman saya malah menawarkan hal yang sama, saya pun menjawab '' Jangan Sok Tahu" dalam hatipun saya mengatakan "masasih dia nawarin yang ga jelas" karena saya tahu teman saya orang baik, ringkas cerita. Ternyata teman seya memperlihatkan Smarphonenya dan dibuka aplikasi MiChat tersebut, ternyata saya terkejut, dan bertanya-tanya, setelah itu saya penasaran dan coba install sendiri, bahkan saya lakukan chat dengan pengguna sekitar (yang kebanyakan mereka membuka jasa....++) saya baru percaya.

Dari kisah tersebut, emang benar adanya demikian, saya positif thinking saja, bukan bermaksud menjelekkan aplikasi tersebut, akan tetapi saya bermaksud mengajak kawan-kawan sekiranya gunakan smartphone kita dengan sehat, dan jauhi hal-hal yang dapat merugikan diri kita, saya yakin pemilik aplikasi tidak bermaksud demikian, akan tetapi para pengguna yang memanfaatkannya untuk hal yang kurang pantas.